nIkMaT tErLaRaNg






pUiSi aLa gUe,  kali ini ngebawain Posting-an yang bertemakan RoMaNtIs, silahkan dinikmati:













Nikmat Terlarang
Segenggam tangis kurampung dalam bingkai fatamorgana
membasuh peluh purnama malam pertama
Lindap kabut kiranya menutup muram kelamku
namun, ternyata rinai bintang lebih lantang bersinar.

Ingin kurapun silsilah dusta antara kita dengan memperkosa dosadosa
namun, aku hanya hawa yang belum mengerti sebabmusabab penciptaan
pun kenapa aku dicipta dari tulang rusuknya
sungguh aku tak mampu menolak sebentuk buah beraroma syahwat.

Katanya: ”Biarkan kupetik buah itu untukmu, kan kupahat namaku dalam rahimmu, mengalirkan selaksa sungai pada muara kebahagiaan.”

Denyar warna darahmu, alirkan silau sungai cahaya,
desir warna nafasmu, hembuskan riuh gairah taipun.
Malamku mendengus hangus tubuhmu, membawa kita pada nikmat terlarang.
Nyatanya kita diturunkan ke dunia untuk kembali dipertemukan dengan-Nya.


Wrote in 2009 by Adi Nasumardi, S.Pd
Edited & Published in 2012 by Apep Ependi, S.Si

Ingin puisi yang lain, tentang:

                                                  ReLiGi   |   SoS-bUd   |   mOrAl   |   RoMaNtIs



Tidak ada komentar:

Posting Komentar