PaNaH AsMaRa





pUiSi aLa gUe,  kali ini ngebawain Posting-an yang bertemakan RoMaNtIs, silahkan dinikmati:

Panah Asmara

Panah Asmara

sepucuk anak senyum melesat dari busur bibirmu
menancap di dada tembus ke ulu hati yang masih terkunci
erang tak dapat dilarang, sayang tak dapat dihadang
gigil jiwaku memanggil-mangil namamu


Wrote in 2010 by Adi Nasumardi, S.Pd
Edited & Published in 2012 by Apep Ependi, S.Si

Ingin puisi yang lain, tentang:

          ReLiGi       |       SoS-bUd       |       mOrAl       |       RoMaNtIs


Selayu Jiwa





pUiSi aLa gUe,  kali ini ngebawain Posting-an yang bertemakan mOrAl, silahkan dinikmati:
sELaYu jIWa












  
Selayu Jiwa

sunyi mendengus, maknai tiap-tiap jiwa lewat serat hasrat
selayu jiwa meringkih dalam decak jerat
mengkremasi iman atas bara birahi senikmat
letupan sekam, berpendar riuh di antara reranting kilat
kepulkan tebal asap syahwat
bau nafas begitu hangus berhembus dari tubuh mengarat
menebarkan aroma dusta pada riwayat bai’at

sebilah dosa tertancap tepat di ulu hati yang tersekat
mengalirkan darah penyesalan dari tubuh sekarat
berkeping tangis luruh tak kuasa menahan laknat
terbujur menunggu hingga tiba waktu kiamat


Wrote in 2009 by Adi Nasumardi, S.Pd
Edited & Published in 2012 by Apep Ependi, S.Si

Ingin puisi yang lain, tentang:

          ReLiGi       |       SoS-bUd       |       mOrAl       |       RoMaNtIs


Tertikam Asa





pUiSi aLa gUe, kali ini ngebawain Posting-an yang bertemakan mOrAl, silahkan dinikmati:

TeRtIkAm aSa
Tertikam Asa 

Ingin kucabik srigala dalam hatimu
mengoyaknya dengan taring yang telah kuasah
namun aku hanya domba yang tunduk pada puputnya
resah menabuh gelisah hati
membuatku tertikam dalam cengkram

Ingin kuhisap ular dalam darahmu
mematuknya dengan bisa yang telah kuramu
namun aku hanya tikus kecil yang terjebak lubangnya
aldernalin mengalir asin darah
membuatku sekarat dalam jerat.

Hidupku sekam panas mencekam,
matiku kaku dingin membeku.


Wrote in 2009 by Adi Nasumardi, S.Pd
Edited & Published in 2012 by Apep Ependi, S.Si

Ingin puisi yang lain, tentang:

               ReLiGi      |     SoS-bUd     |     mOrAl     |     RoMaNtIs


Riuh Angan





pUiSi aLa gUe,  kali ini ngebawain Posting-an yang bertemakan SoS-bUd, silahkan dinikmati:

Riuh Angan













Riuh Angan

dan aku riak air yang mengalir anyir
meretas batas getas dari mimpi paling khayal
rapuh tanganku meraih riuh angan
berkeliar liar di antara belukar karang
samar kucerapi yang tampak hanya keangkuhan

kutambat sekelebat niat, melansir anasir tafsir
tingkap kabut terbuka, kulihat ternyata langit memar
seraut maut berpaut ikut dalam hanyut
menebar kabar pada debur hati paling debar
tubuhku menghitam larut ditikam kelam


Wrote in 2009 by Adi Nasumardi, S.Pd
Edited & Published in 2012 by Apep Ependi, S.Si

Ingin puisi yang lain, tentang:

                                                  ReLiGi   |   SoS-bUd   |   mOrAl   |   RoMaNtIs



nIkMaT tErLaRaNg






pUiSi aLa gUe,  kali ini ngebawain Posting-an yang bertemakan RoMaNtIs, silahkan dinikmati:













Nikmat Terlarang
Segenggam tangis kurampung dalam bingkai fatamorgana
membasuh peluh purnama malam pertama
Lindap kabut kiranya menutup muram kelamku
namun, ternyata rinai bintang lebih lantang bersinar.

Ingin kurapun silsilah dusta antara kita dengan memperkosa dosadosa
namun, aku hanya hawa yang belum mengerti sebabmusabab penciptaan
pun kenapa aku dicipta dari tulang rusuknya
sungguh aku tak mampu menolak sebentuk buah beraroma syahwat.

Katanya: ”Biarkan kupetik buah itu untukmu, kan kupahat namaku dalam rahimmu, mengalirkan selaksa sungai pada muara kebahagiaan.”

Denyar warna darahmu, alirkan silau sungai cahaya,
desir warna nafasmu, hembuskan riuh gairah taipun.
Malamku mendengus hangus tubuhmu, membawa kita pada nikmat terlarang.
Nyatanya kita diturunkan ke dunia untuk kembali dipertemukan dengan-Nya.


Wrote in 2009 by Adi Nasumardi, S.Pd
Edited & Published in 2012 by Apep Ependi, S.Si

Ingin puisi yang lain, tentang:

                                                  ReLiGi   |   SoS-bUd   |   mOrAl   |   RoMaNtIs



Elegi Petani





pUiSi aLa gUe,  kali ini ngebawain Posting-an yang bertemakan SoS-bUd, silahkan dinikmati:


Elegi Petani

Pagi hari di pematang
segerombol pipit menggamit mimpi dari jejakjejak purbani
berkelakar tengkar atas punggung kekar terbakar
mengusik tangantangan legam dengan cangkul tergenggam
menjamah butirbutir harap dari keringat yang menguap 
lidahnya lihai mainkan asa, lalu menyepah remah perih
kicaunya decak nyanyikan lirih
menantang kelentang kaleng
dan orangan sawah hanya menggeleng
menatap lekat namun tak dapat merekat jerat
kepaknya cepat ayunan cangkul
lesatnya tajam mata arit
dipilinnya angin kesiur untuk melolos diri
memintal kabut menyaru sepi
lalu kembali
lagi, lagi 
hingga pagi pergi 


Wrote in 2009 by Adi Nasumardi, S.Pd
Edited & Published in 2012 by Apep Ependi, S.Si

Ingin puisi yang lain, tentang:

                                                  ReLiGi   |   SoS-bUd   |   mOrAl   |   RoMaNtIs



Jiwa-jiwa Hampa





pUiSi aLa gUe,  kali ini ngebawain Posting-an yang bertemakan mOrAl, silahkan dinikmati:
Jiwa-jiwa Hampa 

gemercik zikir mengikis dosa, menggenangkan doa pada jiwajiwa hampa
sehelai lalai terkulai lunglai, mendapati peti hati yang jarang diisi upeti
gempa yang paling diam,gemuruh yang paling sunyi terkesiap dalam senyap
di padang pasir para musafir menyisir desir pasir
di pesisir para penyair melansir getir takdir
sementara di ufuk timur langit memar terbakar damar
 


Wrote in 2009 by Adi Nasumardi, S.Pd
Edited & Published in 2012 by Apep Ependi, S.Si

Ingin puisi yang lain, tentang:
                                                  ReLiGi   |   SoS-bUd   |   mOrAl   |   RoMaNtIs

Malam Seribu Bulan





pUiSi aLa gUe,  kali ini ngebawain Posting-an yang bertemakan ReLiGi, silahkan dinikmati:
 


Malam Seribu Bulan  

lengang malam melanglang ganjil, susuri jiwa-jiwa yang masih terjaga
di sepuluh malam terakhir bulan ramadan melewati bongkahan kabut
dan angin yang mendebur dingin, mengemas gelisah pada hati yang resah
menunggu gagu, pikir yang gisik melindap menyusuri ceruk kalbu
memainkan dawai getir pada tiap-tiap zikir
hari-hari gaib menguap butiran dosa

malam yang dirindukan bibir saat berzikir melafalkan takbir, tahmid, dan tahlil
malam tumpuan bagi dahi saat sungkur sujud tafakur
malam harapan bagi tangan-tangan tengadah yang mengangkat doa
malam penantian bagi mata-mata yang meneteskan telaga dosa


Wrote in 2009 by Adi Nasumardi, S.Pd
Edited & Published in 2012 by Apep Ependi, S.Si

Ingin puisi yang lain, tentang:
                                                  ReLiGi   |   SoS-bUd   |   mOrAl   |   RoMaNtIs


RaMaDhAn





pUiSi aLa gUe,  kali ini ngebawain Posting-an yang bertemakan ReLiGi, silahkan dinikmati:


RaMaDhAn 
Ramadan bulan nan rindang
Berdaun rahmat berbuah nikmat
Batangnya berukir zikir
Akarnya tunggal pada yang kekal


Wrote in 2009 by Adi Nasumardi, S.Pd
Edited & Published in 2012 by Apep Ependi, S.Si

Ingin puisi yang lain, tentang:
                                                  ReLiGi   |   SoS-bUd   |   mOrAl   |   RoMaNtIs


Telaga Dahaga





pUiSi aLa gUe,  kali ini ngebawain Posting-an yang bertemakan ReLiGi, silahkan dinikmati:


Telaga Dahaga

Curam tebing hatimu kudaki, tapaki terjal katakata
Julang egomu perih kuraih, meski emosi kadang tergelincir


Sabar meniti telaga dahaga dalam terik pedih mendidih
Semilir nyeri menyayat hati, merasuk penat dalam diri
Kucoba eratkan janjijanji meski sesak coba mendesak
 

Ya Rob, berikan aku setetes embun yang dapat hilangkan dahaga ini
Berikan aku awan nan rindang sebagai peneduh perjalanan ini



Wrote in 2009 by Adi Nasumardi, S.Pd
Edited & Published in 2012 by Apep Ependi, S.Si

Ingin puisi yang lain, tentang:
                                                  ReLiGi   |   SoS-bUd   |   mOrAl   |   RoMaNtIs


Anak Bulan





pUiSi aLa gUe,  kali ini ngebawain Posting-an yang bertemakan SoS-bUd, silahkan dinikmati:

Anak Bulan

Aku lahir dari bulan 
mengulum siang sepah senja
nafasku cekam
tajam menikam kelam
 
Aku besar seperti purnama
merapun awan menjadi kabut
 diamku malam
hingga langit terjaga


Wrote in 2009 by Adi Nasumardi, S.Pd
Edited & Published in 2012 by Apep Ependi, S.Si

Ingin puisi yang lain, tentang:
                                                  ReLiGi   |   SoS-bUd   |   mOrAl   |   RoMaNtIs


Mengulik Pelik





pUiSi aLa gUe,  kali ini ngebawain Posting-an yang bertemakan SoS-bUd, silahkan dinikmati:

Mengulik Pelik 

Tangis merintik
       Perih berbisik
              Marah memekik
                    Leher dicekik
                         Diam diusik
                    Aksi ditarik
              Ingin mengkritik
       Tidak berkutik
Terjebak konflik
       Intrik politik


Wrote in 2004 by Adi Nasumardi, S.Pd
Edited & Published in 2012 by Apep Ependi, S.Si

Ingin puisi yang lain, tentang:
                                                  ReLiGi   |   SoS-bUd   |   mOrAl   |   RoMaNtIs


Sesal





pUiSi aLa gUe,  kali ini ngebawain Posting-an yang bertemakan mOrAl, silahkan dinikmati:

sEsAl

Asaku hilang tersia
Tinggalkan sesal yang tersisa
Hati asai bak’kan hancur terasa
Mati risih hidup tersiksa


Wrote in 2004 by Adi Nasumardi, S.Pd
Edited & Published in 2012 by Apep Ependi, S.Si

Ingin puisi yang lain, tentang:
                                                  ReLiGi   |   SoS-bUd   |   mOrAl   |   RoMaNtIs


Murka Langit





pUiSi aLa gUe,  kali ini ngebawain Posting-an yang bertemakan SoS-bUd, silahkan dinikmati:
 

Murka Langit

 Langit menimbang
Bianglala terambang
Matahari pun bimbang
Bertanya pada awan meradang
Siang mengemas terang
Kabut metutup pandang
Laut pun mengerang
Menampar wajah karang


Wrote in 2008 by Adi Nasumardi, S.Pd
Edited & Published in 2012 by Apep Ependi, S.Si

Ingin puisi yang lain, tentang:
                                                  ReLiGi   |   SoS-bUd   |   mOrAl   |   RoMaNtIs


MaLaPeTaKa kAtA





pUiSi aLa gUe,  kali ini ngebawain Posting-an yang bertemakan mOrAl, silahkan dinikmati:


Malapetaka Kata

ketika kata terbata tak tertata
bertebaran tulang- tulang aksara
lesatnya bagai anak panah laksmana
tergesa atas angkasa
nanar mencari mangsa
berkendara dingin angin belia
tak tahu tuju ke mana


Wrote in 2008 by Adi Nasumardi, S.Pd
Edited & Published in 2012 by Apep Ependi, S.Si

Ingin puisi yang lain, tentang:
                                                  ReLiGi   |   SoS-bUd   |   mOrAl   |   RoMaNtIs


MeRe-Mas kAtA





pUiSi aLa gUe,  kali ini ngebawain Posting-an yang bertemakan RoMaNtIs, silahkan dinikmati:


MeRe-Mas kAtA

Kata- kata mana yang panas?
Kemari mas!
Kata- kata mana yang ganas?
Jangan dong mas!
Kata- kata mana yang naas?
Oh.. mas!


Wrote in 2008 by Adi Nasumardi, S.Pd
Edited & Published in 2012 by Apep Ependi, S.Si

Ingin puisi yang lain, tentang:
                                                  ReLiGi   |   SoS-bUd   |   mOrAl   |   RoMaNtIs


ALIEN





pUiSi aLa gUe,  kali ini ngebawain Posting-an yang bertemakan RoMaNtIs, silahkan dinikmati:


Alien

Di planet bumi belahan dunia bagian timur
Alien lahir terasing
Antara 9oLU- 11oLS
Alien tinggal dan tumbuh dewasa
Tidak seperti kebanyakan bangsanya
Alien memiliki mata sipit nyaris tanpa kelopak
Tidak ada bintik hitam atau garis kerut di wajahnya
Kulitnya lembut toping susu
Bibirnya tipis kertas tisu
Alien pun tumbuh jadi gadis ayu
Dambaan tiap pemuda Melayu
Tanggal 16 Mei 1998
Alien pergi berpamitan
Alien terjebak keributan
Alien jadi kambing hitam
Alien dicerca
Alien dianiaya
Alien diperkosa
Maka lahirlah Li Lien, Li Yan Wo, A lin, A Kiong, dan A Chong


Wrote in 2008 by Adi Nasumardi, S.Pd
Edited & Published in 2012 by Apep Ependi, S.Si
Ingin puisi yang lain, tentang:
                                                  ReLiGi   |   SoS-bUd   |   mOrAl   |   RoMaNtIs



O’melet





pUiSi aLa gUe,  kali ini ngebawain Posting-an yang bertemakan  tentang SoS-bUd, silahkan dinikmati:


O’melet

sebutir teror dikocok hingga galau
masukkan dua siung daun telinga
diiris- iris agak menganga
tambahkan satu sendok geram
taburkan cerca secukupnya
aduk hingga merata
jika telah menyerap ke seluruh syaraf
masukkan ke dalam hati
tunggu beberapa menit
setelah berwarna agak kemerahan
lalu diangkat
sajikan selagi hangat
paling cocok dihidangkan
dengan segelas darah segar

Semoga Selamat Mencoba!


Wrote in 2008 by Adi Nasumardi, S.Pd
Edited & Published in 2012 by Apep Ependi, S.Si

Ingin puisi yang lain, tentang:
                                                  ReLiGi   |   Sos-bUd   |   mOrAl   |   RoMaNtIs